Wednesday, November 5, 2014

Cardiovascular case

Download Pdf

24 comments:

  1. Nama Anggota :

    1.Anjunatoras Hasan Simatupang (1308260119)
    2.Anugrah Hasan Dalimunthe (1308260110)
    3.Bonita Iravany Putri (1308260132)
    4.Fathinia Masyulani (1308260144)
    5. Imas Putri Munthe (1308260128)
    6.Krisna Syahputra (1308260116)
    7.Rifqi Dzakwan (1308260140)
    8.Muhammad Sufi Sidabutar (1308260138)


    Berdasarkan dari Skenario diatas yang dialami Pak Patel. Pak Patel sebelumnya telah menderita penyakit Diabetes Melitus tipe 1. Dimana penyakit Diabetes Melitus ini adalah keadaan yang terjadi karena kadar gula dalam darah meningkat dimana karena kadar insulin menurun.
    Kadar gula darah yang meningkat dapat menyebabkan tendensi meningkat juga dimana tendensi berperan dalam terjadinya stress dan lipoprotein LDL meningkat .
    Kadar kolesterol LDL yang tinggi akan memicu penimbunan kolesterol di sel, yang menyebabkan munculnya atherosclerosis (pengerasan dinding pembuluh darah arteri) dan penimbunan plak di dinding pembuluh darah, pada endotel akan membentuk plaque yang nantinya akan adanya makrofag yang akan memakan tumpukan kolesterol LDL yang teroksidasi menjadi sel busa (foam cell) sehingga menghambat aliran darah .
    Lama kelamaan karena adanya sumbatan pada pembuluh darah , pembuluh darah akan mengalami iskemia yang menimbulkan infark.
    Lalu infark tersebut menyebabkan chest pain yang dialami oleh pak Patel.

    ReplyDelete
  2. Nama Kelompok :
    1. Helwina Shasti (1308260082)
    2. Wini Agustin (1308260091)
    3. Nur Aini (1308260095)
    4. Nurul Hasanah Sofyan (1308260101)
    5. Siti Mutia Ulfa (1308260104)
    6. Indri Welai Rizal (1308260108)
    7. Aulia Ulfa (1308260126)

    Berdasarkan kasus Mr.Patel, diagnosis serangan infark miokard ditegakkan dengan mendeteksi peningkatan penanda kerusakan otot jantung, yaitu CK-MB dan Troponin T atau I. Pemeriksaan Troponin merupakan biomarker yang lebih spesifik dibandingkan dengan CK-MB. Dari masalah Mr.Patel mengapa EKG menunjukkan tidak ada kelainan yang jelas karena infark miokard dapat dideteksi 3-4 jam. Sementara Mr.Patel setelah 12 jam timbul gejala barulah sampel darah diambil.
    Dari masalah Mr.Patel juga dapat terlihat adanya keterkaitan antara diabetes dengan infark miokard, yang mana pada diabetes seringkali mengalami pengerasan dinding arteri (mikroangiophaty). Elastisitas dinding arteri sangat mendukung lancarnya peredaran darah ke seluruh tubuh agar sel mendapat suplai oksigen dan nutrisi. Maka apabila terjadi mikroangiophaty akan berdampak pada terhambatnya suplai oksigen dan nutrisi, sehingga bisa berakibat chest pain.

    ReplyDelete
  3. Dena Tria Andini(1308260011)
    Liri Andiyani (1308260005)
    Dina Mawadah Lubis (1308260027)

    Menurut kelompok kami, dari kasus yang dialami oleh Mr.Patel.
    Kami mendapatkan kesimpulan. Hasil EKG tidak menunjukkan kelainan (normal) dikarenakan pada saat serangan terjadi tidak segera dilakukan EKG. Hasil EKG itu didapatkan tidak normal apabila sedang terjadi kelainan dijantung. Pemeriksaan darah dilakukan untuk melihat enzim AST yang ada di jantung dan juga pemeriksaan darah lengkap.
    Penyakit diabetes merupakan faktor resiko terjadinya kelainan jantung.

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Nama :
    • Zakiya Rafwiani (1308260092)
    • Kusumastari (1308260090)
    • Annisa ul husni (1308260130)
    • Hany melati Harahap (1308260123)
    • Nadhila Faradhiba Siregar (1308260122)
    • Aina Santri septi agusman Siregar (1308260121)

    Kajadian yang dialami oleh Pak Patel bisa disebabkan karena penyakit Diabetes Meltitusyang dideritanya . penyakit DM disebakan meningkatny kadar gula dalam darah/ hiperglikemi dan meningkat tendensi untuk terjadinya stress oksidatif dan peningkatan oxidized lipoprotein (terutama LDL yang lebih bersifat aterogenik) karena sel endotel sangat peka terhadap pengaruh stress oksidatif, karena peningkatan LDL akan membentuk plaque sehingga adanya agregasi magrofag pada plaque tersebut sehingga terbentuk faori cellyang dapat menghambat aliran darah, karena sumbatan. Pembuluh darah akan mengalami iskemia dan akan menyebabkan infark. Setelah infark akan menimbulkan chest point sebagaimana yang dialami pak Patel.

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. Atikah Khairany 1308260029
    Chalil ghiffary 1308260024
    Sary Juliana Ariska 1308260042
    Putri Usi Trimelan 1308260046
    Mahrush Luthfi 1308260049
    Yuni R Lubis 1308260055
    Nurlina Setiadi 1308260057
    Try Adli Karunia P 1308260080
    Nyeri dada mendadak hingga menyebabkan pingsan merupakan salah satu gejala dari angina pectoris yang akhirnya menyebabkan infark miocard. salah satu faktor resikonya adalah DM.
    Kaitan DM dengan Infark Myocard adalah karena arterosclerosis. OS menderita DM tipe 1, dimana DM tipe 1 adalah kurangnya jumlah insulin yang dihasilkan oleh pancreas, sehingga tidak mampu mengangkut seluruh glukosa yang beredar di dalam tubuh menuju sel.
    Glukosa yang tidak diangkat dapat berubah menjadi lemak. Ketika glukosa sudah menjadi lemak, dan tubuh kekurangan glukosa (karna insulin berkurang, intake glukosa berkurang, sehingga tubuh kekurangan glukosa) maka lemak akan di metabolisme.
    Metabolisme lemak membutuhkan lipoprotein, sepanjang perjalanan, ada saatnya asam lemak akan dibawa oleh LDL yang merupakan lipoprotein yg gampang teroksidasi. LDL disebut juga kolestrol jahat.
    kadar LDL yang tinggi dapat menyebabkan arterosclerosis, dan arterosclerosis merupakan salah satu gelaja infark myocardium.
    Pemeriksaan serum darah yang sebaiknya dilakukan adalah CKMB, karena enzim tersebut sebagai petunjuk adanya kerusakan jantung yang dapat di deteksi dalam 3-4jam dan memiliki sensitivitas 100% pada 8-12 jam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. tambahan:
      Kenapa EKG dalam keadaan normal?
      karena EKG harus dilakukan ketika OS merasa kesakitan. dan dalam kasus, OS diperiksa EKGnya pada saat OS 12 jam pingsan. EKG dapat memberikan informasi jika dilakukan pada saat OS merasa kesakitan di dada (nyeri dada) pada saaat itu.

      Delete
    2. Congratulation!
      BEST COMMENT - A

      Delete
  8. 1. Savira Masryani (1308260098)
    2. Dinda Seruni Medina Nst (1308260134)
    3. Ahmad Syukron Batubara (1308260124)
    4. Yanna Yasfa (1308260103)
    5. Nur Fathin Hannisah Siregar (1308260105)
    6. Rika Ikhsanawati S (1308260097)
    7. Diajeng Rezeki Nur Rahmawati (1308260153)
    8. Andhika Budi Sentoso (1308260093)

    Kasus 1 :
    Kasus Mr. Patel yang menderita diabetes mellitus tipe I, terjadi peningkatan kadar glukosa darah dan dalam waktu jangka panjang dapat mendorong terjadinya aterosklerosis pada arteri koroner. Kolesterol yang terakumulasi di arteri menyebabkan terjadinya plak dan menghambat aliran darah yang mengakibatkan peninggian tahanan perifer pembuluh darah. Dan bisa bermanifestasi klinis ke penyakit angina pectoris atau infark miokard, yang ditandai dengan nyeri di dada (chest pain)

    Kasus 2 :
    Elekrokardiogram (EKG) adalah grafik yang merekam aktivitas kelistrikan jantung dalam waktu tertentu. Pada kasus 2, Pengambilan sampel darah dilakukan setelah 12 jam timbulnya gejala. Hal ini menyebabkan tidak ditemukan kelainan.Seharusnya pada pemeriksaan enzim jantung, troponin, dan tes darah lain harus dilakukan pemeriksaan kurang dari 12 jam. Sehingga bisa terdeteksi kelainan pada jantung.

    ReplyDelete
  9. Nama :
    ● Herizah Maulida Manurung(1308260044)
    ● Bestya Adhila (1308260045)
    ● Lira Julianita (1308260047)
    ● Tenny Sitanggang (1308260051)
    ● Rut Annisa Alzuhra Pasa (1308260059)
    ● Radha Radika (1308260065)

    Perhatikan nyeri dada timbul setelah atau sebelum jatuh, jika setelah jatuh bisa saja karena terbentur, namun jika sebelum jatuh, bisa saja di sebut dengan angina pektoris.
    Jadi sebelum melakukan pemeriksaan enzim jantung, pasien memang harus melakukan EKG terlebih dahulu, untuk mengetahui keadaan jantung. Baru setelah itu dilakukan pemeriksaan enzim jantung melalui plasma darah yaitu pemeriksaan CK-MB, Troponin T dan Troponin I.

    ReplyDelete
  10. DM SEBAGAI FAKTOR RESIKO INFARK MIOKARD
    Nama anggota :
    Cindy Mentari 1308260085
    Muhammad Al-Ghifari 130826o113
    Siska Sari Putri 1308260137
    Nurfitriani Siregar 1308260100
    Miftahul Jannah 1308260080
    Devi Pahlawati 1308260081
    Ade Rahmanda Kamil 1308260115
    Faras Munandar 1308260125

    Pada kasus diatas disebutkan bahwasa nya pak patel mengalami diabetes melitus dan kesulitan untuk mengontrol berat badan dan juga mengkonsumsi obat untuk meregulasi Trigliserida dan kolesterol plasma. Pada penderita DM itu akan menyebabkan hiperkolesterolemia dan terjadinya penimbunan lipid di lapisan intima arteri(aterosklerosis) yang dikarenakan banyaknya glukosa dalam darah, yang akan mengganggu suplai oksigen dan nutrien ke jaringan jantung dan menyebabkan terjadinya iskemik dan akhirnya menimbulkan infark miokard, dan manifestasi klinis infark miokard itu sendiri adanya nyeri dada yang tiba -tiba seperti yang dialami oleh mr.patel. Sesuai dengan informasi diatas juga setelah 12jam dilakukan pengambilan darah itu mengindikasi untuk melihat adanya peningkatan Creatinine Kinase terkhusus CK-MB didalam serum itu akan meningkat jika adanya kerusakan otot jantung dan melihat adanya infark miokard dan CK akan meningkat sensitivasnya didalam darah ketika 8-12 jam setelah gejala.

    ReplyDelete
  11. Melisa Khairani (1308260067)
    Zara Fithria (1308260058)
    Venny Azliani (1308260064)
    Lia Mardiani (1308260066)
    Elpa Syahroni (1308260073)
    Cindy Clara (1308260007)
    Alfina Rahmi (1308260063)
    Ade Fenni Utami (1308260078)

    Berdasarkan riwayat penyakitnya, Mr Patel menderita Diabetes Melitus. DM menyebabkan terbentuknya plak aterosklerosis pada dinding pembuluh darah yang disebabkan gangguan metabolisme sistemik. DM mempercepat terjadinya aterosklerosis baik pembuluh darah kecil maupun besar. Akibat penyempitan pembuluh darah tersebut, lama kelamaan akan menyebabkan berkurangnya suplai darah ke jantung yang berarti juga berkurangnya suplai oksigen ke miocard sehingga jaringan otot jantung menjadi nekrosis dan menyebabkan nyeri hebat pada dada.
    Pada pemeriksaan EKG tidak ditemukan penyakit yang jelas karena mungkin saja pada saat pemeriksaan sudah hilang rasa nyeri nya, untuk itu dilakukan pemeriksaan darah untuk memeriksa fungsi jantung Mr Patel dalam keadaan normal atau tidak.

    ReplyDelete
  12. Muhammad Ridhwan Arif : 1308260088
    Irvan Halim : 1308260145
    Nia Audina : 1308260102
    Irfan Shiddiq Halim : 1308260136
    Dini Lestari : 1308260107
    Nurul Hasyanah : 1308260139
    Siti Hardiyanti : 1308260159
    Ilham Wahyu : 1308260146

    menurut analisis kami, Mr. Patel mengalami Infark Miokard Akut, hal itu berdasarkan riwayat penyakit terdahulu beliau yang menderita Diabetes Militus tipe 1. Yang dialami oleh Mr. Patel adalah terjadinya oklusi trombosis pada arteri koroner yang mengalami plak ateromatoes, sehingga tertutupnya lumen arteri koronaria secara mendadak, sehingga menyebabkan jantung kekurangan suplay darah (nutrisi) sehingga terjadi kematian otot jantung (MIA), hal itulah yang menyebabkan Mr. Patel roboh mendadak ke lantai di karenakan nyeri dada yang parah. Selain itu ciri khas MIA ini adalah terjadinya perubahan hasil pada pemeriksaan EKG yang mengakibatkan tidak tampak jelas hasil EKG yg digunakan untuk mendirikan diagnosa, serta akan didapati peningkatan CK (Creatin fosfokinase) dan troponin T (TnT).

    ReplyDelete
  13. Nama Kelompok :
    1. Ady Putra (1308260071)
    2. Annisa Qarunia (1308260054)
    3. Desy Arisandi (1308260050)
    4. Zakiyatun Usna El-alasi (1308260070)
    5. Putri Eka Utari (1308260076)


    Pada kasus Mr. Patel ditemukan bahwa riwayat sebelumnya adalah Diabetes tipe 1 dimana ini merupakan penyakit bawaan/kongenital dan disebabkan oleh kerusakan dari pankreas sendiri sehingga produksi hormon insulin berkurang. Insulin berperan dalam menurunkan KGD, jika insulin ini tidak bekerja dengan maksimal maka KGD yang meninggi akan berakibat fatal bagi jantung, ginjal, maupun otak.

    Pasien DM ini mengalami kerusakan pada endotel dan juga terjadi peningkatan LDL yang teroksidasi, kedua efek ini menimbulkan koagulabilitas darah meningkat dan juga terjadi peningkatan agregasi trombosit, yang akhirnya akan membentuk thrombus. dan jika thrombus sudah terbentuk maka resiko iskemia dapat terjadi, yang pada akhirnya ini akan berkontribusi pada infark miokard maupun gagal jantung.

    Pada kasus Mr. Patel ini, dia mengalami chest pain akibat iskemia yang terjadi pasca arterosclerosis. gejala yang ditimbulkan oleh infak miokard ini yaitu nyeri dada seperti ditekan serta menjalar ke lengan, leher, rahang, kemudian ciri lainnya seperti berkeringat dan lain-lain. Pada pemeriksaan EKG yang dilakukan pasca serangan, tidak ditemukan kelainan apapun karena Mr. Patel dalam keadaan tidak sadar.

    Penegakan diagnosa dilakukan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, EKG dan juga pemeriksaan enzim jantung. pada pasien Infak miokard akut biasanya terjadi perubahan EKG yang khas pada segmen ST (1-8 jam), Q (8 jam hingga 2 hari) dan T (>2 hari). jika pasien tidak menunjukkan perubahan apapun, maka kita lakukan pemeriksaan enzim dari sel yang dilepas ke dalam plasma, yaitu kreatin kinase MB / CK MB dan juga troponin T dan I jantung. Namun jika tidak ditemui elevasi pada segmen EKG dan juga enzim miokard, ada kemungkinan os terkena angina pektoris tak stabil atau kondisi non jantung.

    ReplyDelete
  14. 1. Rizki Chairani Zulkarnain (1308260087)
    2. Indah Permata Sari (1308260127)
    3. Tia Afelita (1308260114)
    4. Shella Ramashanti (1308260148)
    5. Tazkia Solihaty (130820147)
    6. Rika Karim Chan (130820084)
    7. Khoirunnisa Barus (1308260099)
    8. Raudatul Popy Ramadani (1308260160)


    Menurut kelompok kami, dari kasus Pak Patel diatas pak patel menderita diabetes Mellitus dan menjadi infark miokard, mengapa kami simpulkan begitu ? ada beberapa factor yang mengarah ke infark miokard sebagai berikut.

    1. Karena peningkatan glukosa didalam darah dan penurunan insulin didalam darah => iskemik.
    2. Lalu karena adanya peningkatan kolesterol dan TAG (yang diabawa oleh LDL) => plak.

    Dari kasus di atas dilakukan CKMB untuk memastikan apakah dia terkena infark miokard setelah 3 – 4 jam sampai dari timbulnya gejala namun tingkat sensitivitasnya meningkatnya 8 – 12 jam sesuai pada kasusnya tersebut . Kesimpulannya jika CKMB meningkat maka dia terkena infark miokard, walaupun diperlukan untuk pemeriksaan lainnya.

    ReplyDelete
  15. 1308260096 – Qamara Abdi M
    1308260109 – Fany Desprimahesa
    1308260112 – Syafawani Noor Aladin
    1308260129 – Nursahara Harahap
    1308260133 – Nola Agina Br Ginting
    1308260154 – Imamah Maratu Saleha
    1308260155 – Miftahul Qurnaini MZ
    1308260158 – Tiara Novita Sari

    Diduga pasien menderita infark miocard dimana pasien mengalami serangan secara tiba tiba akibat dari tidak adanya keseimbangan antara kebutuhan oksigen miokard dan kemampuan arteri koronaria menyediakan oksigen secukupnya untuk kontraksi miokard. Oksigen dibutuhkan untuk membentuk ATP di mitokondria, dimana ATP akan berikatan dengan kepala S-1 myosin. Bagian engsel myosin memungkinkan myosin bergerak leluasa dan menemukan filament aktin, ini akan menghasilkan power stroke yang akan menarik filament aktin melewati filament myosin. Inilah yang menyebabkan kontraksi jantung.

    Kemudian dilihat dari riwayat penyakit terdahulu pasien yaitu Diabetes Melitus dan tidak bisa mengontrol berat badan sehingga menjadi faktor resiko terbentuknya plak Aterosklerosis. Tingginya kadar LDL-C pada DM dan dipengaruhi oleh factor eksternal berupa radikal bebas, sehingga menimbulkan inflamasi endotel arteri coronaria dan memungkinkan LDL-C menembus ke tunika intima. Inflamasi tersebut memicu terbentuknya embolus pada pembuluh darah tersebut sehingga menghambat aliran darah yang menyebabkan suplai oksigen dan nutrisi inadekuat.
    Hasil pemeriksaan pertama yang dilakukan adalah EKG, yang hasilnya normal. Hasil EKG yang normal pada angina pectoris menunjukkan bahwa pemeriksaan EKG dilakukan pada saat tidak terjadi serangan. Namun, jika dilakukan pemeriksaan EKG saat terjadi serangan maka akan dijumpai gambaran defleksi negative berupa gelombang Q patologis. Pasien juga melakukan pemeriksaan darah setelah 12 jam setelah keluhan terjadi. Jika pasien yang diduga positif infark miokard maka akan didapatkan peningkatan enzim jantung Yaitu CK, LDH, atau AST.

    Referensi :
    • Murray, Robert K, Daryl K. Granner, Victor W. Rodwell. 2012. Biokimia Harper edisi 27. Jakarta : EGC
    • Price, Sylvia A, Lorainne M. Wilson. 2006. Patofisiologi edisi . Jakarta : EGC
    • Dharma, dr. Surya. 2010. Pedoman Praktis Sistematika Interpretasi EKG. Jakarta : EGC

    ReplyDelete
  16. Faras munandar 1308260125
    herdianto prayoko 1308260151
    syahroni siregar 1308260143
    aris munandar harahap 130826041
    aramita damayanti 1308260117
    yulia mehatte 1308260157

    dari kasus yang di alami mr.patel kami menyimpulkan bahwa mr.patel menderita arterosklerosis yang mana bermula dari LDL yang teroksidasi yang menyebabkab LDL masuk kedalam pembuluh darah, yang direspon oleh makrofag sehingga terjadinya foam cell yang menjadi cikal bakal plak di pembuluh darah. Karna plak menyebabkan terjadinya penyempitan dipembuluh darah yg akhirnya oksigen yg di edarkan di pembuluh darah tidak tersalurkan secara optimal yg menyebkan terjadinya otot yang iskemik kemudian menyebabkan angina pectoris sebagai hasil manifestasinya
    dan sebagai pertimbangan dokter, infark miokar baru bisa diperiksa setelah 3-4 jam

    ReplyDelete
  17. Nama anggota :
    Ivando Adedra (1308260002)
    Alya Amanda M Nst (1308260010)
    Sacharina Alfath (1308260015)
    Rizky Syuhadayanti (1308260016)
    Lia Mutia Annisa (1308260018)
    Hamidah Syukriah Lbs (1308260019)
    Putri Farahdisa (1308260020)
    Rafika Aulia Nisa (1308260052)
    Sheila Avita Purba (1308260053)

    Dari hasil riwayat penyakit terdahulu pak patel ia menderita Diabetes Militus tipe 1.
    Menurut analisis kami :
    DM merupakan penyakit gangguan kronik pada metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia yang berhubungan dengan abnormalitas metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, disebabkan oleh defisiensi insulin relative atau absolut. Gambaran patologik DM sebagian besar dapat dihubungkan dengan salah satu efek utama akibat kurangnya insulin yaitu berkurangnya pemakaian glukosa oleh sel-sel tubuh, peningkatan metabolisme lemak yang menyebabkan terjadinya metabolisme lemak abnormal disertai endapan kolesterol pada dinding pembuluh darah sehingga timbul gejala aterosklerosis serta berkurangnya protein dalam jaringan tubuh. Nah untuk menguatkan diagnosis Infark Miokard Akut maka harus dilakukan pemeriksaan labolatorium seperti CK-MB, Myoglobin, Troponin).

    ReplyDelete
  18. Melfi purnama (1308260069)
    Radiyah M hasibuan (1308260013)
    Novita sari matondang (1308260077)
    Anindita rahma putri (1308260075)
    M.ghifari armadi (1308260029)
    Saiful rahman(1308260068)
    Ulil amri ( 1308260021)
    Jefri Aditya saragih (1308260048)

    Dari skenario diatas diagnosis sementara infark miokard
    Patofisiologi : konsumsi obat regulator plasma plasma TAG dan konsentrasi kolesterol ada ketidak seimbangan lemak --> obesitas --> diabetes melitus tipe 1 --> faktor resiko infark miokard karena insulin tidak cukup utk membawa glukosa ke sel --> glukosa menumpuk --> diubah menjadi lemak --> sintesis lemak menjadi energi butuh lipoprotein --> LDL teroksidasi karena radikal bebas --> menempel di tunika intima pembuluh darah --> foam sel --> ditambah dengan kolesterol, TAG, dan lain-lain --> plak --> penyempitan pembuluh darah --> arteriosklerosis --> akibat setres --> pompa jantung meningkat --> darah yang dikeluarkan banyak --> sementara ada sumbatan --> iskemik --> infark miokard.
    Gejala klinis : nyeri dada sentral yang berat, aritmia, henti jantung.
    Pemeriksaan : EKG nya normal karena dilakukan tidak pada saat penderita mengalami angina pectoris. Selanjutnya diperiksa sampel darah untuk melihat peningkatan enzim jantung seperti AST, LD, terutama CK-MB untuk menilai ada tidaknya infark miokard.
    Protein jantung (troponin I) juga bisa memberi gambaran aktifitas oto jantung

    ReplyDelete
  19. Armi candra pasaribu 1308260022
    Muhammad fadli 1308260023

    Dari kasus ini belum bisa dipastikan diagnosis dari tuan Patel, tetapi jika diarahkan pada penyakit jantung juga tidak menutup kemungkinan, walau hasil EKG didapati normal.
    Seperti pada kasus Infark Miokard Akut, sekitar 10% pasien IMA didiagnosis dengan EKG yang normal dan Hanya 41% dengan kelainan EKG yang jelas.
    Untuk lebih memastikannya, kita dapat melakukan pemeriksaan laboratorium yang lebih spesifik, seperti AST, Creatin kinase, Myoglobin, Troponin, dan pemeriksaan ini dapat dijadikan acuan walau sampel diambil setelah onset lebih dari 12 jam
    Dari riwayat penyakit tuan Patel, kita juga dapat mengarahkannya pada penyakit jantung. Banyak penelitian yang menerangkan hubungan antara Diabetes dan Penyakit jantung. pada penyakit Diabetes, sering terjadi pengerasan dinding arteri atau mikroangiopathy, yang akan bermanifestasi menjadi penyakit jantung seperti jantung koroner apabila terjadi pada arteri koroner

    ReplyDelete
  20. Dita khairunisa 1308260135
    risna safitri 1308260106
    reni violita 1308260142
    tutinursyahputri 1308260111
    dini lestari 1308260107
    alfi syahri
    Retno pertiwi 1308260189
    diah luvita 1308260186



    menurut diskusi kelompok kami. Mr patel yang telah mengidap diabetes melitus dimana gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol pada penderita diabetes melitus akan menyebabkan pembuluh darah menjadi tidak sehat lagi. Pembuluh darah akan menjadi semakin kaku dan menyempit dan lebih rentan mengalami stres oksidatif. Selain itu pembuluh darah penderita diabetes melitus sendiri sebenarnya sudah berubah menjadi pembuluh darah yang bagus untuk tumbuhnya plak. Ditambah lagi dengan komplikasi kadar lemak darah yang kacau pada penderita. Mr patel juga memiliki kadar lemak jahat yang tinggi (VLDL, Trigliserida, LDL) dan lemak baik yang rendah (HDL). Lemak jahat inilah yang nanti berperan sebagai bahan utama terbenttuknya plak dalam pembuluh darah. Plak ini dapat tumbuh membesar memenuhi seluruh ruangan dalam pembuluh darah atau dapat pecah menjadi bagian kecil lain yang jika terhenti pada suatu tempat akan menyumbat aliran darah pada pembuluh darah secara tiba-tiba.  Jika pembuluh darah koroner jantung yang disumbat maka akibatnya adalah penyakit jantung koroner atau serangan jantung seperti yang dialami mr. Patel

    ReplyDelete